Selasa, 28 Februari 2017


SANGAT TINGGI

 Aku adalah mahasiswa di sebuah universitas terkemuka di Yogyakarta. Aku memang anak desa yang mendapat beasiswa kuliah di universitas impianku. Aku termasuk di antara orang-orang pintar tersebut. Namun, aku hanyalah beruntung. Dengan alasan yang demikian itulah, aku tak berani berharap banyak terhadap apa pun disini. Aku merasa tak pantas. Dikelas, aku hanya bisa diam. Mengagumi argumentasi teman-teman yang memiliki pengetahuan selangit. Tidak sepertiku yang hanya mengerti sedikit tentang apa yang mereka bahas. Hanya anggukan-anggukan kecil yang selalu kulakukan untuk mengekspresikan bahwa aku mengerti. Serta hanya kerutan kening yang selalu kutunjukkan saat aku tak mengerti. Suasana kelas yang baru ini membuatku semakin terbungkam.


(Sumber: Buku Erlangga Fokus UN 2017 SMP/MTs)

KUPU-KUPU BERHATI MULIA

  Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa jalan jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu. Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi kemana-mana."hei, kepompong alangkah jeleknya nasib mu. Kamu hanya bisa menggantung diranting itu. ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasib mu jika ranting itu patah ?". Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat yang ia suka.

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, dimana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir kedalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Lalu, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut."Semut, peganglah erat erat ranting itu! nanti aku akan mengangkat ranting itu". Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.

Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan tuhan yang ada di taman itu.



(Sumber: http://www.materikelas.com/2016/02/teks-cerita-fabel-pengertian-struktur.html)