KUPU-KUPU BERHATI MULIA
Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan jalan
di taman. Ia sangat bahagia karena bisa jalan jalan melihat taman yang
indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang
yang berada di taman itu. Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon.
Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi
kemana-mana."hei, kepompong alangkah jeleknya nasib mu. Kamu hanya bisa
menggantung diranting itu. ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini.
Bagaimana nasib mu jika ranting itu patah ?". Sang semut selalu
membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat yang ia suka.
Pada
suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan,
dimana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut
tergelincir kedalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut
hampir tenggelam dalam genangan itu. Untunglah saat itu ada seekor
kupu-kupu yang terbang melintas. Lalu, kupu-kupu menjulurkan sebuah
ranting ke arah semut."Semut, peganglah erat erat ranting itu! nanti aku
akan mengangkat ranting itu". Lalu, sang semut memegang erat ranting
itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan semut berterima kasih
kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia
memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.
Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan tuhan yang ada di taman itu.
(Sumber: http://www.materikelas.com/2016/02/teks-cerita-fabel-pengertian-struktur.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar